Loading

Minggu, 14 Juni 2015

Hemat dengan Menspad Saat Nifas

Aku menggunakan menspad lima hari setelah operasi sesar. Saat dirumah sakit pasca operasi masih pendarahan sehingga dipakaikan diaper dewasa, setelah dirumah menghabiskan sisa pembalut malam dan setelah darahnya semakin dikit karena kata dokter nifasnya yang operasi sesar tidak sebanyak yang melahirkan normal. maka aku mulai menggunakan menspad,

Masa nifasku mungkin akan berakhir seminggu lagi. dan Alhamdulillah setelah sebulan menggunakan menspad tidak ada keluhan iritasi atau lainnya karena menggunakan pembalut. Aku punya sekitar 10 menspad dan itu cukup karena setelah mandi langsung dicuci, walaupun keringnya 2 hari kemudian dan tanpa sinar matahari pun bisa kering, sabar aja. Jadi istilahnya tuh cuci kering pakai. Aku pakai 3 merek. yaitu GG, Cluebebe dan charlie banana. Untuk masa nifas ini paling nyaman pake GG yang reguler ataupun yang night. karena ukurannya paling pas. walaupun setelah beberapa kali cuci GG jadi kaku tapi masih nyaman dipakai. Cluebebe juga nyaman tapi ukurannya menurutku kurang besar. Dan untuk Charlie banana, kecil banget untuk dibilang ukuran night... malah lebih kecil dari ukuran regulernya GG. Tapi memang charlie banana paling lembut bahannya. Hanya karena kekecilan jadi suka takut bocor padahal sepertinya memang paling bagus kualitasnya CB ini.

Yang jelas selama nifas ini aku tidak belanja pembalut biasa lagi, yang harus ganti tiap beberapa jam sekali karena kandungan bahan kimianya yang ga bagus buat miss V dan juga bikin iritasi kalo kelamaan pakenya. Biasanya kalo pembalut biasa sehari ganti 4-5 kali jadi boros banget tuh. Tapi kalo menspad bisa dicuci dan pakai lagi. Hemat dan sehat InsyaAlloh.
Baca Selengkapnya>>>Hemat dengan Menspad Saat Nifas

Kelahiran Anak Pertamaku

Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Robb, telah Engkau anugerahkan kepada kami seorang putri cantik di tengah keluarga kecil kami. Pada tanggal 9 Mei 2015 jam 23.35 dengan berat 3660 gram dan panjang 52cm lahir dengan proses operasi sesar. Setelah mencapai pembukaan 8 dan mules hebat akan melahirkan normal namun sang dede bayi masih tertidur manis di perut mamanya, padahal ketuban sudah pecah sejak jam 18.30, ditunggu hingga 4 jam dede bayi belum lahir juga hingga sang mama kehabisan tenaga, maka diambillah keputusan untuk operasi sesar.

Aku sudah pasrah ketika keputusan untuk sesar itu diambil, karena operasi sesar sama sekali tidak terpikirkan olehku dan suamiku, dengan kondisi dede bayi yang bagus dan sehat seharusnya memang aku bisa melahirkan secara normal, tapi takdir berkata lain. Pembukaan tidak juga maju dan itu mengkhawatirkan kondisi bayiku. Maka ku pasrahkan semua yang terbaik untuk kami.

Melahirkan operasi sesar menelan biaya yang cukup besar, untuk melahirkan di rumah sakit asri dengan dokter spesialis biayanya 21 juta lebih. Walaupun memang operasinya cukup baik, ditangani oleh 4 orang dokter, yaitu 2 orang spesialis kandungan, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis anestesi, seorang bidan, dan 2 orang perawat ruang operasi. Totalnya ada 7 orang yang membantu persalinanku.

Ketika hendak dioperasi keadaanku masih mules hebat dan lemas kehabisan tenaga, ditambah ruangan operasi yang dingin sudah membuatku menggigil, ternyata masih harus ditambah lagi dengan disiramnya air es di tulang punggung bawahku untuk disuntik obat bius lokal dari perut hingga kaki. Badanku menggigil gemetaran dan gigiku bergeretak menahan dingin yang tak tertahankan, walaupun sudah dipakaikan pakaian penghangat badan berlapis khusus ruang operasi.

Selesai operasi ternyata perawat tidak memberitahu suami dan keluargaku bahwa aku sudah dipindahkan ke ruang perawatan, mereka hanya tahu bahwa bayiku sudah lahir dan dibawa keruang bayi, mereka pun hanya mengetahui kondisi bayiku tanpa tahu kondisiku pasca operasi. Hingga jam 10 pagi, keluarga baru diberi tahu bahwa aku sudah diruang rawat sejak jam 3 pagi. Perawat sudah ku panggil melalui alat pemanggil karena aku kehausan sejak masuk ruang perawatan tapi baru jam 6 pagi ada perawat jaga pagi yang datang dan membantuku untuk minum. Perawat dan bidan ruang bersalinnya tidak memberitahu keluargaku bahwa aku sudah dipindahkan, seharusnya kan mereka memberitahu keluargaku.

Sudah sejak hamil 4 bulan aku rutin kontrol di rumkit asri ini hingga melahirkan dan imunisasi anakku pun disini. Dari keseluruhan tentu ada kelebihan dan kekurangannya dari sebuah rumah sakit. Ok untuk yang jago ambil darah saya pastikan hanya pegawai laboratorium, karena selain cepat juga tanpa rasa sakit. Untuk yang jago pasang infus hanya perawat UGD, karena walaupun pas ditusuk jarumnya berdarah, namun tidak meninggalkan sakit yang terlalu sakit. Kekurangannya: satu bidan menusuk lenganku hingga biru karena tidak bisa mengambil sampel darahku untuk dibawa ke lab. Satu perawat ruang rawat tidak bisa menginfus hingga pembuluh darah punggung tanganku pecah. Hingga aku menolak untuk di infus ulang dan meminta obat yang diminum saja. Lalu Perawat dan bidan serta penjaga ruang bersalin tidak memberitahu bahwa aku selesai operasi sudah dipindah ke ruang rawat. Terus ketika pulang bagian pembayaran tidak memberitahu bahwa harus kembali lagi ke lantai ruang rawat untuk mengambil obat yang harus dibawa pulang, hingga aku baru tahu ketika sudah sampai dirumah dan ditelpon oleh pihak rumah sakit bahwa ada obat yang belum diambil.

Yang membuat agak nyaman disini adalah para dokternya, Alhamdulillah semuanya ramah dan menenangkan pasien. Tidak ada istilah dokter yang menakut-nakuti pasien dengan pernyataan yang asal bicara.

Dirawat dirumah sakit ternyata membuat pasien dan penunggu pasien sama-sama sakit. Setelah dirawat 4 hari dirumkit dan pulang, kita sama-sama masuk angin. Suamiku masuk angin, aku juga mual, muntah dan diare. Aku susah makan dan susah tidur ditambah dengan nyeri pasca operasi. Semua memang sebuah tahapan kehidupan yang harus dilalui, ada suka dan duka dalam kehidupan kita semua.

Untuk pasangan yang hendak menikah, sudah menikah dan akan memiliki anak, ada baiknya menabung untuk pasca pernikahan yaitu untuk biaya kehamilan dan persalinan serta perawatan bayi dan pertumbuhan anak. Sangat banyak kebutuhan yang diperlukan pada masa ini. Untuk kehamilan dan persalinan anak pertamaku memerlukan biaya kurang lebih hingga 30 juta, belum lagi untuk kebutuhan bayi dan lainnya. Walaupun selalu yakin bahwa pasti ada rejekinya dari Alloh tapi tetap harus ada usahanya, tak bosan-bosan aku mengingatkan semuanya, semoga bermanfaat sharing aku ini. Bukan untuk mengeluh namun untuk pembelajaran kedepannya. Untuk tahapan kehidupan selanjutnya.

Ya Alloh lancarkanlah rejeki para Ayah dan Bunda di seluruh negeri dalam membesarkan anak-anaknya dengan rejekiMu yang Halal dan Thoyiban. Aamiiinnn


Baca Selengkapnya>>>Kelahiran Anak Pertamaku

Kamis, 16 April 2015

USG Rutin Tiap Pekan di RS Asri Duren Tiga dengan dr.Botefilia Sp.OG

Sejak usia kehamilan memasuki 4 bulan, aku sudah mulai cek rutin kehamilan di RS. ASRI Duren Tiga, Jakarta Selatan. Mencoba mengingat kembali sebagai catatan ibu hamil, sudah berapa kali ketemu dokter buat memantau kondisi dede bayi, dan mudah-mudahan bermanfaat untuk ibu hamil lainnya yang ingin memeriksakan kandungannya di RS Asri dengan dr.Botefilia Sp,OG, tiap hari kamis jam 16.00, dan apabila ada perubahan jadwal, pihak RS.Asri akan memberi kabar melalui SMS.


USG pertama tgl 27 November 2014
Total biaya : Rp.785.024.57

USG kedua tgl 27 Februari 2015
Total biaya : Rp.857.630.82


Tes Darah tgl 26 Maret 2015
Total biaya : Rp. 668.000


USG ketiga tgl 2 April 2015 usia kehamilan 37w. Berat badan ibu 66kg.
Total biaya: Rp.440.000


Infus Venofer tgl 8 April 2015
Total biaya : Rp.888.425.10


USG keempat tgl 9 April 2015 usia kehamilan 38w berat badan ibu 66kg. berat badan bayi 3.043gram
Total biaya: Rp.583.854.03


USG kelima tgl 16 April 2015 dan cek panggul usia kehamilan 39w, berat badan ibu 68.5kg, berat badan bayi 3.188gram. Tekanan darah 110/70
Total biaya: Rp.440.000


Pekan depan sudah persiapan kelahiran saat USG keenam tgl 23 April 2015 dengan HPL tgl 26 April 2015 itu kalau dede bayi belum lahir juga hingga tgl 23 April 2015. Jika kondisi air ketuban sudah dibawah angka 11 maka tgl 23 April 2015 harus segera dilakukan induksi, namun jika masih bagus maka masih bisa menunggu selama 3 hari lagi.

Berdoa semoga dede bayi lahirnya bukan di jam macetnya kota jakarta, agar dokter Bote bisa datang tepat waktu  untuk membantu persalinan kami. Malah kata dokternya kalau tengah malam lebih baik, karena jalanan jakarta sudah sepi.

Semoga sehat selalu hingga hari kelahiran ya nak. Dan bisa lahiran normal. Alhamdulillah setelah cek dalam, kondisi dede posisinya sudah dijalan lahir.



Baca Selengkapnya>>>USG Rutin Tiap Pekan di RS Asri Duren Tiga dengan dr.Botefilia Sp.OG

Jumat, 03 April 2015

Mendekati HPL April 2015

Mendekati HPL atau hari perkiraa lahir bulan ini membuat perasaanku tak menentu, banyak hal yang harus dipikirkan dan dikerjakan. HPLku tanggal 26 April 2015 namun bisa maju ataupun mundur.

Entah mengapa emosi dan perasaan makin tak karuan, lebih sensitif dan mungkin agak panik.

Aku ingin melahirkan secara normal agar bisa lebih mudah untuk mengurus dede bayi dan bisa sehat lebih cepat daripada sesar. Selain itu biaya normal lebih murah daripada sesar, dan perawatan habis melahirkan normal tidak semahal melahirkan sesar. Bisa melakukan pekerjaan rumah seperti biasa setelah melahirkan normal dan jika sesar harus menunggu lukanya kering terlebih dahulu.

Dengan segala kelebihan normal maka aku sangat berharap dapat melahirkan secara normal, partus spontan, dede bayi dan ibunya sehat.

Namun, jikalau harus ditakdirkan untuk sesar aku sudah pasrah saja, apapun yang terbaik menurut keputusanNya. Persiapan fisik, psikis dan juga dana. Fisik karena harus kuat menahan rasa sakit setelah melahirkan sesar tapi harus tetap menjalankan aktifitas harian dengan normal. Psikis karena semua orang pasti memojokkan kenapa harus melahirkan sesar dan apakah tidak ada jalan lain lagi, sehingga akan merepotkan banyak orang terutama suami karena harus membantu mengurus bayi dan perawatan ibunya dede bayi pasca melahirkan sesar. Dana, karena jelas biaya untuk melahirkan sesar tdaklah murah, akan sangat menguras tabungan dan juga biaya perawatan pascanya....

Andaikan bisa memilih... namun aku pasrah saja. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi kelak. Hanya bisa berharap dan berdoa.


Baca Selengkapnya>>>Mendekati HPL April 2015

USG Lagi with Dr.Botefilia @RS ASRI

Kemarin, 2 April 2015 USG lagi with Dr.Botefilia Sp.OG. Jadwalnya mundur dari jam 16.00 WIB menjadi jam 18.00 WIB. Sebenernya ga tau juga karena berhubung hujan deras, jadi abis maghrib kita baru berangkat ke ASRI dan tanya ke CSnya apa dokternya masih ada dan masih bisa buat pendaftaran, dan jawabannya adalah bahwa jadwalnya dokter bote mundur jadi jam 6 sore. Dan saat itu dokternya on the way alias belum datang karena habis selesai operasi di rumkit lain.

Setelah mendaftar di depan, langsung ke poli dan di poli dapat nomor antrian 11. Ke laboratorium dulu ambil hasil lab tes darah pekan lalu.

Rincian biaya tes lab di ASRI adalah sbb:

Lab:
Hematologi lengkap 103.000
Ferritin                     270.000
SGOT                        42.500
SGPT                         42.500
Albumin                     58.000
Glukosa Puasa           33.000
Glukosa 2 PP             33.000
Ureum                        43.000
Kreatinin                    43.000

Total biaya 668.000


Setelah ambil hasil lab terus aku di timbang dan tensi. BB 66 kg, tensi 120/110 normal. Lalu menunggu sebentar tapi karena misua udah ga betah kita pulang dulu terus baru balik lagi jam setengah 10 malam. Saat itu nomor antrian sudah nomor 9, berarti tinggal 2 pasien lagi.

Menunggu sebentar lalu kemudian masuk ketemu dokter, konsul hasil lab dulu, terus karena feritinnya rendah makanya next harus infus venofen yang waktunya boleh kapan saja boleh besok atau lusa. Durasinya sekitar setengah jam sampai sejam katanya.

Lanjut ke USG, dede bayi kepalanya muter ke atas, tapi kata dokter masih bisa muter lagi ke bawah, padahal bulan lalu posisinya udah bagus ada di bawah. Terus BB dede bayi udah 2.887 gram
Alhamdulillah dede bayi sehat dan aktif dan air ketubannya juga masih bagus serta tidak terlihat ada lilitan.

Perincian biaya konsul kemarin adalah sbb:

Pendaftaran pasien lama 30.000
Konsul dokter 210.000
USG 2D 200.000

Total biaya 440.000

untuk informasi biaya infus venofen nanti adalah sbb:
Pendaftaran 30.000
Suntik 60.000
Infus 253.000
Dokter 210.000

Total sekitar 553.000

Ok, ternyata hamil itu tidak murah pemirsa, jadi buat pasangan muda harus benar-benar mempersiapkan dana untuk hamil dan melahirkan selain dana untuk pernikahan.

Semoga kita semua dilancarkan rejekinya ya... aaamiiiiiiiinnnnnnnnnn



Baca Selengkapnya>>>USG Lagi with Dr.Botefilia @RS ASRI