Loading

Jumat, 08 Mei 2009

Dalam suatu masa kehidupan


Dalam suatu masa kehidupan, kan datang masa cobaan, rintangan, dan permasalahan. Tak pernah luput dari sebuah kehidupan hal2 yang seolah menerpa diri dan tak mampu tuk diselesaikan. Namun, Sang Pencipta pastilah telah menetapkan segalanya dengan tepat. Memberikan cobaan sesuai dengan kadar keimanan hambaNya. Tapi sulit dimengerti. Seorang manusia terlalu banyak mengeluh dan mengeluh. Banyak hal yang selayaknya dapat lebih disyukuri, namun banyak hal pula yang menjadikan jiwa yang rapuh ini selalu sulit tuk bersyukur.

Ruh yang ditiupkan dalam jiwa ini mempunyai tanggung jawab tuk bertahan dengan kerasnya kehidupan atau kalah dalam kesia-siaan.
Hati ini begitu lembut namun banyak hal yang menjadikannya menjadi keras dan membatu, maka air mata kepadaNya lah yang menjadikannya kembali menjadi lembut.

Tidak semua hal harus diungkapkan dengan kata-kata dan diceritakan kepada orang lain. Berbicara dengan hati dan Sang Pemilik hati adalah lebih bermakna.
Diamnya lisan, berpikirnya akal, dan berdzikirnya hati adalah lbh baik.

Menjalani kehidupan tak semudah membalikkan telapak tangan.
Penuh perjuangan yang harus dilakukan. Penuh onak dan duri.
Tuk mencapai gerbang kehidupannya sesungguhnya pun memerlukan samurai nan tajam, tuk menyingkirkan ilalang yang kian tumbuh menjulang, dan hampir-hampir menutupi pandangan. Jalan setapak tuk mencapainya hampir hilang. Kerikil tajam dan bebatuan harus dihadapi.
Walaupun gerbang kehidupan itu sudah terlihat, tahukah apa yang ada dibaliknya? Sebuah misteri kehidupan selanjutnya telah terhampar.
Segala kejutan-kejutan kecil dariNya, meski tak diminta kan datang dengan sendirinya. Semakin tinggi suatu pohon maka akan semakin kencang angin yang menerpa, badai yang mengguncang dan cuaca yang makin tak bersahabat. Namun tahukah bahwa batangnya akan semakin kokoh, akarnya akan semakin menghujam bumi dan ‘kan makin banyak yang merasakan manfaat dari suatu pohon yang semakin tumbuh besar dan kuat. Kan semakin banyak yang tanpa diminta, kan datang menghampiri tuk sekedar merasakan keteduhan berada dibawahnya. Keindahan daun2 yang berguguran darinya. Buah2 yang berjatuhan karena telah masak, dan suara angin yang menyejukan jiwa dan qolbu.


Meski lebih sulit tuk bersyukur disaat jiwa merasakan ujian kehidupan berupa kesedihan daripada ujian berupa kesenangan, namun tak ada alasan tuk tdk bersyukur kepadaNya.
^_^….ehm semangat!!!, apapun yang kan terjadi, segalanya pasti ada hikmah yang tersimpan didalamnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siapa aja boleh komentar disini,

Terima kasih telah menggunakan bahasa yang santun .. ^_______^