Loading

Sabtu, 10 Oktober 2009

Mengenali Karakter anak didik

Bekerja di bidang pendidikan menjadikanku mengenal banyak karakter anak. Bukanlah hal yang mudah untuk dapat mengenal dan menilai siswa hanya berdasarkan beberapa kali pertemuan dan pembicaraan singkat saja. Berbicara secara interpersonal dalam beberapa kali pertemuan dengan intensitas waktu yang cukup lama dan berkala menjadikan seseorang dapat mengenal orang lain dalam hal ini adalah anak didik dengan lebih mendalam. Memulai suatu pembicaraan dengan suatu pembicaraan santai hingga akhirnya tanpa ditanya pun sang anak akan menceritakan berbagai hal yang dirasakannya. Apa yang diinginkannya dan segala keluh kesahnya. Tanpa rasa ragu anak mulai menceritakan satu persatu hal-hal yang ingin diungkapkannya namun belum tahu bagaimana cara untuk mencurahkan perasaannya. Disinilah awal anak mulai curhat dengan orang lain. Sebagai orang dewasa yang bersama anak-anak, diperlukan persamaan perasaan dalam mendekatinya, menjadi teman baik anak adalah hal yang terbaik dan utama yang harus dikedepankan.

Permasalah utama seorang anak adalah lingkungan keluarga dan teman bermain. Psikis anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Tak sedikit anak yang tak merasa bahwa sebenarnya secara psikologis mereka tidaklah sesehat keadaan fisik mereka. Tekanan orangtua adalah hal yang palling banyak diungkapkan oleh anak. Orangtua menginginkan banyak hal dari sang anak. Membandingkan anak dengan teman sebayanya serta menuntut anak untuk melebihi orang lain dengan cara yang kurang tepat banyak dilakukan oleh orangtua siswa. Tak hanya masalah akademis yang dipermasalahkan oleh orangtua namun masalah anak dalam bersosialisasi dengan teman-temannya juga ikut diatur.

Anak yang memiliki kelebihan dalam mengatur emosinya akan menjadi lebih bijaksana dan dewasa walaupun orangtuanya melakukan hal yang sama dengan orangtua lain yang serba menuntutnya. Namun rata-rata usia sekolah anak memiliki emosional yang belum stabil dan dapat dikatakan sangatlah labil karena dipengaruhi oleh lingkungan yang terus berubah.

Terlihat dengan sangat jelas, mana anak yang didik oleh orangtuanya dengan baik dan mana anak yang dididik dengan tekanan dari orangtuanya. Perbedaannya sangatlah mudah untuk diketahui dari sikap dan karakter anak yang cukup polos dalam bergaul dengan lingkungan sekitarnya. Secara akademis pun biasanya akan lebih baik anak yang memiliki emosi yang stabil meski tak dapat dipungkiri bahwa yang "terpaksa" pandai pun tetaplah ada.

Setiap kali mengenal anak yang berbeda maka akan ditemukan karakter yang berbeda pula, tak cukup rasanya hanya mengenal beberapa anak secara mendalam. Inginku mengenal mereka semua agar lebih banyak lagi pelajaran hidup yang dapat dipetik dari kehidupan mereka. Cara mendidik anak yang benar pun dapat kita peroleh tak hanya dari para orangtua yang telah berhasil mendidik anak-anaknya, kita pun harus mendengar suara hati anak karena apa yang dikatakan oleh anak biasanya berasal dari dalam hati mereka. Jadi kita juga harus dapat menghargai pendapat anak sekecil apapun itu.

1 komentar:

Siapa aja boleh komentar disini,

Terima kasih telah menggunakan bahasa yang santun .. ^_______^