Loading

Sabtu, 19 Desember 2009

"Lukisan" Rasa..


Ingin ku tunjukkan sebuah “lukiskan” rasa di dasar hatiku, sebuah lukisan yang tergores di atas kanvas putih pertanda kesucian, serta cat warna ketulusan yang kesemuanya digoreskan dengan sebuah keikhlasan. Sekali lagi, bukan sebuah kemungkinan bila ku tak sempurna. Kecenderungan ku sebagai manusia biasa adalah berbuat kesalahan. Tapi bukan sama sekali ku tak bisa berbuat sebuah kebaikan, menjaga “lukisan-lukisan” rasa agar tetap pada kanvas nya, sehingga warna-warna yang ku hasilkan takkan berubah menjadi warna “pengharapan semu” sebagai seorang manusia biasa.

Saat itu, Terima kasih telah mengingatkan ku akan setiap goresan-goresan warna yang sedang ku goreskan pada “lukisan” rasa itu. Karena memang itulah yang harus dilakukan oleh setiap manusia bila ia sungguh-sungguh menyayangi. Dan aku minta maaf atas segalanya, karena aku hanya saja ingin menunjukan bahwa, sejujurnya hal itu takkan pernah bisa membuatku untuk berhenti membuat goresan pada “lukisan” rasa itu, meski menurutmu ternyata itu membuatmu tak pantas..!
Sebenarnya ku tak ingin berhenti sampai pada goresan ini, karena semua yang telah digoreskan itu bukan sebuah “keterlanjuran” tanpa kesadaran. Bukan sebuah goresan yang ku buat diatas kanvas bekas.! Apalagi benar-benar menafikan warnanya serta keikhlasan dalam setiap goresan. Karena pelangi tak pernah menunjukan warna yang berbeda di setiap ia ada. Karena pelangi tak pernah kehilangan ‘asa ketulusan untuk selalu ada dikala hujan reda.
Ahh… sayang..! ingin hati menyelesaikan “lukisan” rasa ini, agar pada saatnya nanti dapat ku tunjukan sebuah “lukisan” rasa yang benar-benar utuh. Mungkin Tidak..! entahlah… apa karena ini bukan “lukisan paksaan rasa”, sehingga terlihat begitu tidak rela jika hanya dinikmati sesaat..?? apapun itu, Tetaplah berproses, dan Terima kasih atas segala inspirasi itu..

2 komentar:

  1. saya inget sebuah ungkapan dari tere liye dalam novel "hafalan shalat delisa", sang penulis bertanya kenapa ada yang namanya perasaan yang bisa membuat segalanya rumit dan bisa membuat segala begitu indah.itu intinya, tapi selebihnya mungkin bisa langsung baca novelnya, dijamin kaya ibu2 yang lagi liat sinetron dengan linangan air mata

    BalasHapus
  2. hm..... boleh dunk novelnya....

    ini tulisan sahabat saya, dan diizinkan untuk di posting disini.

    BalasHapus

Siapa aja boleh komentar disini,

Terima kasih telah menggunakan bahasa yang santun .. ^_______^