Loading

Senin, 24 Oktober 2011

Sedih


Menyedihkan menjadi seseorang yang tidak diharapkan dan tidak dipentingkan oleh siapapun, sakit rasanya menjadi seseorang yang dilupakan.

Apakah hanya karena alasan sederhana dan klasik maka semuanya menjadi berubah dan berbeda. Rasanya sulit untuk kembali mengembangkan senyuman di bibir ini.

Tangis menghiasi hari-hari dalam hitungan jam, menit dan detik yang masih ku miliki. Saat ini menurut perhitungan tahun masehi, usiaku kembali berkurang, entah masih adakah yang mengingatnya ataukah memang sudah tidak ada seorangpun yang mempedulikannya.

Aku pun rasanya tak bersemangat lagi menjadi sisa kehidupanku. Semua terasa hampa dan waktu berlalu begitu saja. Aku hanya sedang mengikuti arus kehidupan yang semua kan berakhir pada kematian. Entah kapan waktu itu kan tiba, namun yang jelas, ku tak pernah merasa bahagia hingga detik ini,

2 komentar:

  1. Aku jg tlah sedih di tinggal kn kekasih yg sangat aku sayangi....tapi entah mengapa dia merasa tersiksa saat bersamaku. sepertinya dia tak bisa merasakan kebahagian bersamaku. aku rindu dan aku mencintainya. I lup Siti Aisyah...

    BalasHapus
  2. sedih beud kayanya..,

    renungan yang bagus Bos

    BalasHapus

Siapa aja boleh komentar disini,

Terima kasih telah menggunakan bahasa yang santun .. ^_______^