Loading

Sabtu, 24 Maret 2012

Ngantuk dan Kurang Konsentrasi

Terlalu banyak lembur dalam dua bulan terakhir membuatku seringkali mengantuk di kantor dan kurang konsentrasi dalam bekerja. Padahal aku sudah tidur cepat sekitar pukul 21.00 WIB atau 22.00 WIB dan bangun di subuh hari, tapi memang terkadang ku terbangun di tengah malam karena tiba-tiba tenggorokanku terasa sangat gatal sekali dan aku pun terbatuk-batuk hingga sulit tuk tidur kembali.

Rasanya ada beban yang berat dalam pikiranku, semakin ku pikirkan maka semakin sakit kepalaku dan semakin sulit untuk tidur nyenyak. Ku coba melepaskan semua beban yang ada dalam pikiran dan perasaanku namun semua itu tidaklah semudah yang ku bayangkan. Seringkali ku menangis sendiri dalam malamku. Tangisan melepas kepenatan dan lelah di jiwa.

Terlalu memikirkan masa depan yang belum pasti dan merisaukan masa lalu yang membentuk pemikiranku saat ini. Terhanyut ku dalam kisah hidupku hari ini. Hari-hari yang telah terlewati seakan semu dan berlalu dengan cepatnya. Menginginkan masa cepat menjadi lebih baik dan menggapai segala mimpi dan harapan. Selalu berusaha menanamkan rasa bahwa tak ada yang tak mungkin terjadi sesuai apa yang kita inginkan. Merancang masa depan setiap harinya. Selalu saja ada perubahan yang harus dilakukan karena beberapa kenyataan telah terjadi yang harus dihadapi tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Mengutip lirik lagu dari penyanyi muda berbakat bahwa ku mampu namun ku tak mau. Mampu karena memang manusia diberikan cobaan sesuai dengan kemampuannya namun ku tak mau karena semua memang tidak ku inginkan tuk terjadi seperti demikian adanya. Namun ku tak sanggup untuk berpikir ke arah manakah kelak aku akan terus berjalan. Kegelisahan dan kerisauan menyelimuti hatiku kini. Takut tuk berharap dan berharap berlebihan.

Aku tak pernah tahu seperti apakah aku kedepannya. Akankah seperti harapanku ataukah Robb berkehendak lain sesuai dengan takdirNya. Yang dapat ku lakukan kini hanya berusaha untuk menikmati masa dan membahagiakan diriku sendiri dengan caraku  sendiri. Tak ada yang lebih mengerti diriku selain Robb dan diriku sendiri.

Ku berusaha tuk tetap tersenyum meski aku seringkali menangis. Semoga ke depannya kelak, airmata itu hanyalah airmata kebahagiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siapa aja boleh komentar disini,

Terima kasih telah menggunakan bahasa yang santun .. ^_______^